Persiapan Akreditasi

Friday, September 26, 2008 6 pengkoment...
Dalam waktu dekat ini, Pidel yang merupakan salah satu Politeknik Informatika yang ada di daerah Toba, Sumatera Utara akan mengikuti proses Akreditasi yang akan dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Setiap PT yang ada, baik negeri maupun swasta harus megikuti proses akreditasi ini untuk setiap program study yang ada di PT tersebut dan untuk mendapatkan itu, sebuah PT (Perguruan Tinggi) minimal harus sudah memiliki lulusan untuk lima angkatan.

Yah, behubung Pidel telah memiliki lulusan lima angkatan dan angkatan terakhir diwisuda minggu kedua bulan September kemarin, maka proses akreditasi akan dilakukan secepatnya dan itu akan berlangsung bulan Oktober nanti setelah libur Hari Raya Idul Fitri. Semoga Pidel mendapatkan nilai Akreditasi yang maksimal dan kalau boleh yang paling tinggi dong. Proses ini dan hasilnya nanti, katanya akan sangat membantu apabila ada mahasiswa/i yang akan melanjutkan study-nya ke Perguruan Tinggi yang lain.

Program studi yang akan di akreditasi yang ada di Pidel ada tiga prodi, yaitu Manajemen Informatika (Sistem Informasi), Teknik Informasi (Teknik Informatika), dan Teknik Komputer spesialisasi Jaringan Komputer.

Saya coba browsing dan cari-cari informasi bagaimana kriteria dan kenapa proses akreditasi untuk PT itu harus dilakukan, nih dia yang saya ambil dari Yahoo Answer:

Karena tidak lagi membedakan negeri dan swasta, pengertian akreditasi dalam dunia pendidikan tinggi adalah pengakuan atas suatu lembaga pendidikan yang menjamin standar minimal sehingga lulusannya memenuhi kualifikasi untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi atau memasuki pendidikan spesialisasi, atau untuk dapat menjalankan praktek profesinya (to recognize an educational institution as maintaining standards that qualify the graduates for admission to higher or more specialized institutions or for professional practice).
Akreditasi perguruan tinggi yang diterapkan dalam sistem pendidikan nasional dimaksudkan untuk menilai penyelenggaraan pendidikan tinggi. Penilaian itu diarahkan pada tujuan ganda, yaitu:

1. menginformasikan kinerja perguruan tinggi kepada masyarakat
2.mengemukakan langkah pembinaan yang perlu ditempuh terutama oleh perguruan tinggi dan pemerintah, serta partisipasi masyarakat.

Peringkat pengakuan yang diberikan oleh pemerintah pada perguruan tinggi didasarkan atas hasil akreditasi perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh BAN-PT, dengan melakukan akreditasi yang meliputi akreditasi lembaga dan akreditasi program studi.

Kriteria penilaian untuk akreditasi lembaga terdiri atas:

1. Izin penyelenggaraan pendidikan tinggi
2. Persyaratan dan kelayakan penyelenggaraan pendidikan tinggi
3. Relevansi penyelenggaraan program pendidikan dengan pembangunan
4. Kinerja perguruan tinggi
5. Efisiensi pengelolaan perguruan tinggi.

Kriteria penilaian untuk akreditasi program studi terdiri atas:

1. Identitas
2. Izin penyelenggaraan program studi
3.Kesesuaian penyelenggaraan program studi dengan peraturan perundang-udangan
4. Relevansi penyelenggaraan program studi
5. Sarana dan prasarana
6. Efisiensi penyelenggaraan program studi
7. Produktivitas program studi
8. Mutu lulusan.

Klasifikasi penilaian untuk semua kriteria tersebut ditentukan oleh 3 aspek, yaitu mutu (bobot 50%), efisiensi (25%), dan relevansi (25%).

Sesudah melalui penghitungan semua nilai kriteria, didapat peringkat akreditasi perguruan tinggi sebagai berikut:

Nilai dan Peringkat Akreditasi Perguruan Tinggi

Nilai Peringkat

0-400 : NA
401-500 : C
501-600 : B
601-700 : A

Mengingat jumlah perguruan tinggi yang menjadi sasaran saat ini lebih dari 1400, serta bentuk dan ragam program pendidikan yang diselenggarakan, akreditasi perguruan tinggi dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan. Pelaksanaan akreditasi perguruan tinggi oleh BAN-PT diawali dengan melakukan uji coba pada beberapa perguruan tinggi yang menyelenggarakan satu program studi. Selanjutnya dilaksanakan secara berkala dan bertahap serta terus menerus.

Informasi tambahan mengenai ini, dapat juga kita lihat di webnya dikti dan di pts.co.id

Amazing Trip for Amazing Six Generation

Sunday, September 21, 2008 6 pengkoment...

Mungkin inilah hal yang terindah dan yang akan selalu dikenang oleh Angkatan 2006 Pidel, kenapa tidak????

Dua hari yang lalu, yaitu 20 dan 21 September 2008, Angkatan 2006 Pidel yang juga mempunyai nama dengan SIGMA merayakan Ulang Tahun Angkatan yang ke-2. Angkatan 2006 dikukuhkan pada tanggal 01 September 2008 dan baru hari kemarinlah acara resmi sekalugus jalan-jalan bisa dirayakan. Dimana perayaan yang dilakukan pada ultah sebelumnya hanya sebatas perayaan sederhana saja, yaitu dengan kumpul bersama.

Adapun yang menjadi tujuan dari camping sekaligus tempat perayaan ultah tersebut adalah Tutuk yang berada di Pulau Samosir. Angk-2006 berada disana selama dua malam yang berangkat pada Jumat Sore dan balik pada Minggu siang. Nama tempat yang menjadi penginapan untuk angk-2006 ini adalah Valentine Cafe yang bentuknya menyerupai rumah Batak.

Acara tersebut berlangsung meriah dan sesuai dengan perencanaan yang dibuat. Adapun yang menjadi acara puncak adalah pada sabtu malam, disinilah acara resmi ultah dibuat dan dilanjutkan dengan hiburan yang diiring Keyboard. Sedangkan pada pagi harinya ada acara jalan santai bersama mengelilingi Tuktuk dan untuk siang harinya ada ajara bebas yaitu acara shopping, mengunjungi daerah objek wisata yang bisa dikunjungi di Samosir, terutama yang ada di Tomok. Pokoknya mantaplah......

Sekali lagi selamat buat angkatan 2006 yang merayakan ultahnya untuk yang kedua dan semoga perjalanan yang kali ini meruapakn perjalanan yang tak terlupakan bagi kita semuanya, semoga kita makin kompak, saling membantu, dan ingat akan satu dengan yang lainnya setelah kita mengambil jalan-masing-masing.

Best regards for all of you my friends....

Review Kuliah Satu Minggu Ini

Friday, September 12, 2008 11 pengkoment...
Minggu ini merupakan awal perkuliahan untuk TA baru. Yah, pada saat ini juga, perkenalan untuk jurusan bagi kami tingkat tiga. Jurusan atau Program Studi yang ada di kampus kami, Pidel, ada tiga prodi, yaitu Sistem Informasi yang sekarang disebut dengan Manajemen Informatika, Teknik Informatika yang sekarang disebut dengan Teknik Informasi, dan yang terakhir yaitu Jaringan Komputer yang juga ganti namanya menjadi Teknik Komputer.

Agak rada susah dan bingung juga diwaktu pemilihan jurusan tersebut, mau pilih yang mana dan yang tepatnya dimana. Banyak juga yang pemilihan jurusan masing-masing tidak sesuai dengan yang menjadi pilihan pertama mereka. Yah, dengan pemikiran dan pemutusan yang matang, akhirnya pilihan pertama adalah Manajemen Informatika (Sistem Informasi) dan akhirnya lulus juga untuk pilihan tersebut.

Nah, pemilihan jurusan sudah selesai dan tibalah kuliah dihari pertama dengan kuliah umum yang diadakan oleh pihak akademik yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa. Disana diberikan kembali penyegaran dan warming up untuk memasuki masa perkuliahan yang baru. Untuk kuliah umumnya dibawakan oleh Bapak Mauritz Panggabean yang baru datang dari Belanda menyelesaikan S2-nya. Inti dari kuliah bapak tersebut yang bisa saya ambil adalah, bahwa kita harus berani bermimpi, mampu melakukan mimpi tersebut, dan tahu apa yang menjadi nilai dari mimpi tersebut. Oleh karena itu, marilah kita berani bermimpi, memimpikan apa yang akan kita lakukan dan yang menjadi keinginan dan cita-cita kita nantinya. 

Untuk masa perkuliahan dalam seminggu ini memang belum dalam tahap porsiran, dan masih perkenalanlah dan ada juga yang sudah dikenai dengan proyek. Aduh ma..., masih baru masuk udah kena proyek, yah... memang harus demikianlah, ditambah dengan posisi kita sudah berada dalam pembelajaran akhir. Adapun proyek tersebut dikerjakan dalam skala besar dan dilakukan oleh suatu team besar yang dikerjakan oleh satu kelas. Setiap orang diberikan bagian dan tugas masing-masing dalam proyek tersebut dan semua memiliki bagian masing-masing. Mudah-mudahan nantinya proyek ini berjalan dengan lancar dan sesuai dengan perencanaan.

Intinya dalam semester ini atau untuk tahun ini, kita harus belajar lebih giat dan tidak boleh lengah. Melihat juga adanya mata kuliah yang dipadatkan yang dari satu semester menjadi harus diselesaikan dalam setengah semester. Busyet... dah... berarti sebentar lagi akan datanh UTS!!!!!!!

Welcome... dan mari berjuang.........

Wisuda Angkatan 2005 PI Del dan Dies Natalis ke-7

Saturday, September 06, 2008 3 pengkoment...
Empowering Our Community through Information Technology..............!!!

Del berasal dari bahasa Ibrani yang artinya Pemimpin yang selangkah lebih maju. Begitulah untuk yang ke-5 kalinya Pidel menamatkan mahasiswanya dan Dies Natalis yang ke-7 yang diadakan pada Sabtu 06 September 2008 dan bertempat di Auditorium Politeknik Informatika Del. Adapun hari sebelumnya Pidel melakukan pengukuhan mahasiswa yang baru yang dilakukan pada tempat yang sama.

Wisudawan untuk tahun ini berjumlah 66 orang, dan mereka sebelumnya telah melakukan Kerja Praktek dan penyelesaian Tugas Akhir. Acara wisuda ini dimulai pada pukul 10.00 WIB yang diawali dengan prosesi wisudawan memasuki auditorium dan dilanjutkan dengan prosesi dan pembukaan sidang akademik terbuka Pidel.

Acara wisuda ini dihadiri oleh dua orang menteri kabinet bersatu yaitu Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bapak Kusmayanto Kadiman dan Menteri Dalam Negeri, Bapak Mardiyanto. Acara tersebut juga dihadiri oleh pejabat-pejabat daerah, Bupati Tobasa, Bupati Samosir, Bupati Tapanuli Utara, Pimpinan Kopertis Wilayah I Sumut dan NAD, Kapolres Tobasa, Kepala Kodim Taput, dan tamu undangan lainnya yang juga rombongan dari menteri dan undangan. Acara ini dihadiri juga oleh Bapak Luhut Panjaitan selaku pendiri Pidel, pengurus Yayasan Del, para Dosen dan staff, serta orang tua mahasiswa wisudawan.

Sebagai pembuka acara, Direktur Pidel memberikan sambutan wisuda, kemudian dilanjutkan dengan pemberian pesan-pesan wisuda dan dies natalis Pidel oleh Menristek Bapak Kusmayanto Kadiman dan dilanjutkan dengan pelantikan Wisudawan/Wisudawati Pidel angkatan 2005 dan pengucapan Prasetia serta pemberian penghargaan kepada mahasiswa terbaik masing-masing program studi, penghargaan kepada mahasiswa dengan peningkatan prestasi akademik terbaik dan mahasiswa teladan. Sambutan wakil wisudawan diwakili oleh Bang Welly Tambunan.

Menteri Dalam Negeri, Bapak Mardiyanto juga turut serta memberikan kata sambutan yang sebelumnya Pimpinan Kopertis Wilayah I Sumut dan NAD juga memberikan sambutan. Pada saat pemberian sambutan oleh Mendagri, suasana makin ceriah dengan tampilnya Mendagri dengan melantunkan dua buah lagu yaitu lagu tahun tujuh puluhanlah. Suara merdu dari Bapak Menteri yang melantunkan lagu Kisah Kasih di Sekolah dan ada satu lagi yang judulnya saya kurang tahu membuat hadirin yang hadir terhayut oleh suara merdu tersebut. Mantap juga ya menteri menyanyi, ga cuma presidengan yang mantap buat lagu dan nyanyi. Ada aja!!!!!!!!

Acara terakhir yaitu Pidato dan dan pesan -pesan penutupan oleh Ketua Pembina Yayasan Del, Jend TNI (Purn) Luhut B. Panjaitan dan diiringi dengan pemberian cindramata kepada kedua menteri yang datang. Acara tersebut juga diisi dan diselingi dengan persembahan musik oleh Paduan Gitar Mahasiswa, Paduan Suara Mahasiswa yang diiringi oleh Gondang Batak.

Setelah acara berakhir, tampak para Wisudawan/wati dengan bangga menyandang gelar mereka sebagai ahli madia dan diiringi dengan salam selamat dari rekan-rekan, orang tua, adik-adik dan abang/ kakak alumni. Hah.... enak kali bah....

Tapi, mulai detik tersebut, mereka harus menghadapi tantangang dan hidup baru sebagai awal mereka ternjun kedunia luar. Semoga para abang/kakak yang baru di wisuda bisa tetap menjaga nama almamater kita Pidel dan ikuti apa yang telah dipesankan pada acara wisuda kepada anda, baik dari menteri, bupati, direktur Pidel, dan Pak Luhut Panjaitan. Jangan menjadi seperti kutu loncat, yang bisa membuat nama almamater menjadi rusak dan tercoreng.

Viva Politeknik Informatika Del.....!!! Selamat buat para Wisudawan dan Wisudawati Angkatan 2005.........!!! Kapan-kapan kita jumpa lagi dilain waktu dan kesempatan......!!!!!!

Inagurasi Mahasiswa Baru PI Del 2008

Friday, September 05, 2008 4 pengkoment...

Tepat hari ini, 05 September 2008, mahasiswa baru Politeknik Informatika Del untuk angkatan 2008 resmi dikukuhkan sebagai mahasiswa baru di PI Del oleh Direktur Pidel yaitu Ibu Inggriani Liem. Acara tersebut dihadiri juga oleh wakil direktur Pidel, Pak Heri Pasaribu, pengurus Yayasan Del, Bupati Tobasa Bapak Monang Sitorus, pemda setempat, undangan, alumni, beserta para orang tua dari mahasiswa baru. Jumlah mahasiswa yang dikukuhkan berjumlah 67 orang.


Tema dari Inagurasi angkatan 2008, Wisuda angkatan 2005, dan sekaligus Dies Natalis Pidel yang ke-7 yaitu "Empowering Community Through Information Technology". Acara wisuda akan dilangsungkan besok hari yaitu tanggal 06 September 2008 yang akan dihadiri oleh beberapa orang menteri RI dan para tamu penting lainnya.

Acara inagurasi untuk hari ini berlangsung lancar yang dimulai pada pukul 09.30 WIB. Acara diisi dengan Paduan Suara Mahasiswa yang diiringi oleh Gondang Batak, Paduan Gitar Mahasiswa, pengucapan janji mahasiswa oleh mahasiswa baru, Orasi Ilmiah dari Bapak Deni Lumbantoruan yang juga sebagai dosen di Pidel yang berjudul "Pengembangan Teknologi Informasi di Dataran Tinggi Toba", pidato dari direktur Pidel, kata sambutan dari Bupati Tobasa, dan diakhiri dengan penyerahan secara simbolis Laptop kepada mahasiswa baru oleh wakil direktur dan Koordinator Sarana dan Prasana Pidel, Bapak Ramot Lubis.

Sebagai penghujung acara yaitu dengan ramah-tamah dengan orang tua mahasiswa baru, makan siang, dan dilanjutkan dengan Tour Campus serta melihat pameran proyek akhir dari mahasiswa Pidel pada beberpa stand, dan pada stand tersebut ada juga pertunjukan Gondang Batak sebagai jalan untuk melestarikan kebudayaan daerah.

Welcome mahasiswa baru angkatan 2008 Pidel, anda sekarang sudah sah menjadi menjadi mahasiswa dan selamat datang dikehidupan dunia perkuliahan dan tunjukkan yang terbaik sesuai dengan cita-cita anda. Jangan ada rasa penyesalan karena itu tidak ada gunanya, karena sekali melangkah maka anda harus tetap maju dan tidak ada kata mundur dan tunggu.

MEMBANGUN INDONESIA YANG PLURALISME BERASASKAN PANCASILA

Tuesday, September 02, 2008 0 pengkoment...

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya, demikianlah kata bijak yang acapkali disampaikan oleh para petingi negara ini dalam pidatonya. Kata bijak tersebut pantas menjadi bagian dari tindak perilaku kita dalam kehidupan sosial yang dijalani sehari-hari. Artinya bahwa kata bijak tersebut harus kita praktekkan dalam kehidupan nyata dan bukan hanya sebatas pemanis ungkapan belaka.

Dalam perjuangan para pahlawan bangsa ini untuk mengusir penjajah ada beberapa nama yang ngetop dibenakku. Diantaranya Teuku Umar, Sultan Hasanuddin, Sisingamangaraja XII, Pangeran Antasari dan Tuanku Imam Bonjol. Mereka adalah para pejuang yang murni berjuang untuk mempertahankan negerinya dari gempuran penjajah. Namun hasil analisis menunjukkan bahwa perjuangan mereka cenderung gagal disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:

Ø Perjuangannya masih bersifat kedaerahan. Mereka cenderung masih memperjungkan daerah/tanah kelahiran masing-masing. Saat itu belum ada konsep pemikiran bahwa sebenarnya mereka adalah satu dalam tanah Air Indonesia. Bahkan kemudian timbul peperangan antar daerah yang disebabkan oleh adu domba dari penjajah.

Ø Peralatan perang yang digunakan masih kuno. Peralatan perang yang sering digunakan adalah bambu runcing dan senjata khas daerah masing-masing (seperti Rencong dari Aceh, "parang" dari Tapanuli((bener gak seh? Aku lupa: malu juga neh)) dan keris dari Jawa). Peralatan perang yang mereka gunakan tersebut sungguh jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan peralatan perang penjajah yang sudah menggunakan teknologi industri modern.

Ø Kepemimpinan terkonsentrasi pada tokoh agama dan tokoh adat. Hal ini menyebabkan kader kepemimpinan lama bergerak dan jika pemimpin mereka tertangkap atau menyerah maka secara keseluruhan perjuangan akan lumpuh.

Namun pergerakan perjuangan kedaerahan beberapa waktu kemudian mengalami perubahan karena telah mulai timbul kesadaran bahwa sebenarnya mereka satu dalam naungan ibu pertiwi. Saya masih ingat apa yang dikatakan Bung Karno dalam salah satu bukunya bahwa "Indonesia perlu menyatukan seluruh kekuatan untuk kesatuan". Tanpa membedakan dan melihat latar belakang SARA yang ada disekeliling kita. Apakah loe orang Betawi, apakah kau orang Batak, apakah aing orang Sunda, apakah kamu orang kalimantan. Atau tanpa melihat sebagai Islam, sebagai Protestan, sebagai Katholik, sebagai Budha, dan sebagai Hindu dan Aliran kepercayaan yang pada prinsipnya merupakan satu kesatuan.

Konsep pemikiran yang disampaikan oleh Bung Karno adalah Nasionalisme dan ini menjadi awal sejarah yang baru bagi Indonesia untuk semakin berani menyakatan eksistensinya di dunia Internasional. Hal itu sejalan dengan semboyan negara ini yaitu Bhinneka Tunggal Ika artinya biarpun berbeda-beda namun tetap satu juga. Dan sudah seyogianya semboyan tersebut kita pertahankan dan dilestarikan.

Melihat beberapa kejadian yang belakangan timbul di tanah air, muncul pemikiran dalam benak saya bahwa kita perlu untuk mengangkat kembali pemahaman terhadap pluralisme Indonesia sebagai satu kesatuan dan merupakan aset bangsa yang berperanan besar dalam proses pembangunan dan pencapain tujuan dan cita-cita bangsa ini. Beberapa fakta yang dapat kita lihat adalah tindakan dari para suporter sepak bola Indonesia. Hampir disetiap liga timbul kerusuhan manakala tim yang mereka bela kalah dan umumnya tim yang mereka bela adalah tim daerah asal masing-masing. Membela tim adalah hal yang wajar dan merupakan wujud dari kepedulian kita terhadap tanah kelahiran (daerah asal), namun yang patut disayangkan adalah dukungan yang diberikan terlalu fanatik sehingga kemudian timbul emosional di luar jangkauan. Hal ini menyebabkan nasib klub sepakbola Indonesia stagnan dan bahkan mengalami pemerosotan prestasi.

Fakta lain yang dapat kita lihat adalah dalam pemilihan kepala daerah baik Gubernur, Walikota atau Bupati. Pada hakekatnya masyarakat yang berbudaya hukum akan menerima pemimpin mereka dengan ikhlas manakala pemimpin tersebut telah melalui proses pemilihan atau ditentukan lembaga negara yang berwenang. Namun fakta yang kemudian timbul adalah adanya tindakan para pendukung calon tertentu yang anarkhis ketika calon yang mereka dukung gagal memenangi pemilu. Kejadian yang terjadi di Ambon merupakan tindakan yang patut disayangkan karena tindakan tersebut tidak pantas terjadi dan bertentangan dengan falsafah bangsa.

Tanah air Indonesia sebagai satu kesatuan yang membentang dari Barat ke Timur dalam konsep lain disebut Wawasan Nusantara adalah milik kita bersama. Maka kita boleh berbuat dan berkarya untuk bangsa ini. Pancasila sebagai dasar negara menjadi falsafah hidup dan landasan pergerakan keIndonesiaan. Di dalam pancasila terkandung nilai-nilai yang merupakan ciri khas kepribadian bangsa dan itulah yang seharusnya terus kita pakai sebagai patokan hidup.

Salam Perjuangan….

Sinurat Mekar C.SH

Artikel diatas "MEMBANGUN INDONESIA YANG PLURALISME BERASASKAN PANCASILA" merupakan artikel yang lumayan bermakna juga pikirku, dimana artikel ini merupakan buah pikiran dari sang kawan, Sinurat Mekar yang kebetulan kuliah di bidang Hukum. Encer juga otak si kawan ini dalam berargumentasi pikirku dan membuat artikel yang bisa menggugah hati. Yah meskipun saya terlambat dalam membacanya di Inbox yang kebetulan diisi dengan ribuan email yang masuk yang membuat saya lagi kewalahan, tetapi ini sengaja saya sisihkan karena memiliki isi yang bagus. Oh.. sorry ya kawan belum permisi aku caplok artikelmu yang di milis kita ok.... belum sempat buat izinnya he...he...:)